Juara 2 se-Sulsel, Ini Keunggulan Desa Benteng Alla Utara Enrekang

BAROKO – Desa Benteng Alla Utara, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, berhasil meraih juara II lomba desa tingkat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Desa tersebut hanya kalah bersaing dari Desa Batu Belerang, Kabupaten Sinjai.

Desa Benteng Alla Utara memang menyimpan sejuta pesona dan keunggulan.

Diantaranya adalah memiliki panorama alam yang indah dan terkenal dengan kerukunan umat beragama yang sangat kental.

Warga di desa tersebut memang hidup rukun meski warganya terdiri dari agama Islam dan Kristen.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Enrekang, desa ini memiliki luas wilayah 11,14 Km persegi dan berjarak 53 Km dari Kota Enrekang dengan ketingian 500-1750 Meter dari permukaan laut (MDPL).

Di desa ini terdapat 576 rumah dengan jumlah penduduk 2.265 jiwa yang terdiri dari perempuan 1122 jiwa dan laki-laki 1143 jiwa.

Penduduk di desa ini mayoritas berprofesi sebagai petani Hortikultura, seperti Kol, Bawang, Tomat, Wortel dan kopi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Enrekang, Arifin Bando, Benteng Alla Utara terpilih sebagai juara II lomba desa, karena dinilai telah memenuhi tiga aspek.

Aspek tersebut adalah pengelolaan kewilayahan, pemerintahan dan kemasyarakatan.

Selain itu adanya objek wisata Batu Sitodo dan Benteng Alla yang menjadi saksi sejarah perjuangan masyarakat Enrekang dari penjajahan Belanda menjadi nilai plus.

“Lembaga adat dan produksi kopi Benteng Alla Utara yang memiliki cita rasa tinggi menjadi penilaian positif dari tim penilai,” kata Arifin Bando kepada  Senin (21/8/2017).

Ramadan, IPM Gelar PKTM 1 di Baroko Enrekang

BAROKO – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Enrekang menggelar Pelatihan Kader Taruna Melati I (PKTM I).

Kegiatan itu digelar di SMP/MTs Muhammadiyah Cece, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, Senin (12/6/2017).

Pelatihan itu diikuti oleh puluhan pelajar yang ada di KecamatanBaroko dan Anggeraja.

Menurut, Ketua Umum IPM Enrekang, Muhammad Hatta, pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak kader bangsa yang berkualiatas.

“IPM adalah wadah untuk koya mengaktualisasikan potensi diri,” kata Hatta  Senin (12/6/2017).

Sementara itu Kepala Sekolah MTs, Muhammadiyah Cece, Nurhaeni, berpesan agar tetaplah mengikuti proses dapa dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga pemuda melalui IPM bisa membangkitkan gairah semangat penerus banga,” tutup Nurhaini.